The Eye Of The Strom, Berapa Harga Sebuah Masa Lalu?

  • Rabu, 02/12/2015 - 13:58 WIB
 

“Berapa Harga Sebuah Masa Lalu?” tagline dari buku The Eye Of The Strom. Buku yang dibuat oleh Brilliant Yotenaga ini, menceritakan kisah nyata yang dialami oleh Ega, nama panggilan Brilliant Yotenaga ini. Buku ini mengajak kita semua untuk tidak menyerah dengan tantangan hidup. Ega menceritakan bagaimana ia mengalami kebangkrutan, hingga ia pindah ke Jakarta disaat istrinya hamil, mencari pekerjaan, hingga kelahiran anak pertamanya.

 

Dalam buku ini, Ega menceritakan bagaimana pengharapannya di dalam Tuhan dan dijanjikanNya menjadi nyata, bagaimana perlindungan Tuhan terjadi dalam hidupnya, bagaimana perjuangannya mendapat pekerjaan, bagaimana ia menjaga keluarga kecilnya dan kepercayaan istrinya, dan banyak kisah mengharukan yang kalian bisa dapat dari buku ini.

 

The Eye Of The Strom, menjadi bukti bahwa keberanian dan keyakinan apabila dilakukan akan menjadi hasil yang memuaskan. Hal-hal itu yang membuatnya bisa dititik sekarang ini. Karena keberanian Ega menghadapi badainya tersebut, akhirnya nulis buku.com bisa ada sekarang ini dan dikenal masyarakat Indonesia. Apabila dia menghindari badai tersebut, mungkin dia nggak akan tahu hal besar menunggunya sekarang. Dan itu juga berlaku untuk hidup kita, sobat Souja. Jangan lari dari badaimu dan hadapi dengan keberanian dan keyakinan.

 

Buat sobat Souja yang merasa dititik terendah, merasa nggak punya pengharapan, takut denga n masalah yang menghimpit, buku ini sangat direkomendasikan untuk kalian semua.

 

Quote yang menarik dari buku ini, “Berapa Harga Masa Lalumu? Sebesar keberanianmu untuk menceritakannya.  So, jangan malu dengan masa lalumu. Karena masa lalumu bisa menginspirasi banyak orang, sobat Souja. Kalau misalkan Ega bisa menghadapi tantangannya, kita pun pasti bisa menghadapi juga.


About

CKH Group is Indonesian MICE company based in Central Jakarta. Driven by our core values and with our own vision to bring more good managements and idea in order to support the MICE industry demand that getting higher not only in Jakarta, but also other cities in Indonesia.