Sepekan Hilang di Hutan, Penyanyi Country Craig Strickland ditemukan Tewas

  • Selasa, 05/01/2016 - 17:27 WIB
 
Mendung duka menggelayuti dunia musik country dunia pada awal tahun 2016. Penyanyi muda yang sejak sepekan terakhir dikabarkan menghilang, Craig Strickland ditemukan dalam keadaan tak bernyawa. Kabar duka tersebut diketahui berdasarkan laporan seorang juru bicara Oklahoma Highway Patrol yang diberitakan E Online, Selasa (5/1/2016). Jenazah penyanyi berusia 29 tahun itu ditemukan setelah satu pekan dinyatakan hilang dan keluarga kabarnya telah mengetahui hal ini. Hingga saat ini belum ada pernyataan dari keluarga besar kepada media. 


Peristiwa ini bermual kala Craig Strickland diketahui melakukan perburuan bebek ke bagian utara Tulsa di Oklahoma pada 28 Desember 2015 lalu bersama temannya, Chase Morland yang lebih dulu ditemukan tewas sehari setelahnya dan perahu yang mereka tumpangi terbalik. Sejak dinyatakan hilang, semua pihak terutama keluarga dan rekan satu grup Craig dalam band Backroad Anthem memanjatkan doa serta harapan agar penyanyi tampan itu bisa pulang dengan selamat.


"Ini sulit dipercaya. Sam. anjing peliharaan Craig sudah ditemukan. Perahu yang mereka tumpangi terbalik, mereka masih mencari Craig sambil terus berdoa semoga keajaiban datang. Mohon doanya semua untuk Craig," ungkap sang istri, Helen. 


"Kami tetap optimis ia (Craig) masih hidup. Berharap dia bisa melawan segala rintangan. Kami bahkan tidak tahan memikirkan hal itu. Kami sangat terpukul. Hanya Tuhan dan waktu yang bisa menyatukan kami bersama," tulis grup musik country Backroad Anthem di laman Facebook mereka.


Sebelumnya, Chase Morland sempat menuliskan status di Twitter-nya dan mengisyaratkan kepada semua orang bahwa ia dan Craig akan melalui perjalanan yang berisiko bahkan tidak dapat kembali lagi. Pesan itu pun di-retweet oleh mendiang Craig. Selamat jalan, Craig!


About

CKH Group is Indonesian MICE company based in Central Jakarta. Driven by our core values and with our own vision to bring more good managements and idea in order to support the MICE industry demand that getting higher not only in Jakarta, but also other cities in Indonesia.