Kisah Sukses Hamdi Ulukaya, Pendiri Yoghurt Chobani

  • Kamis, 22/10/2015 - 17:02 WIB
 
Siapa sangka, usaha ternak domba yang dirintis oleh keluarganya menginspirasi seorang Hamdi untuk membangun bisnis Yoghurt yang sukses dan mengubahnya menjadi seorang jutawan! Semuanya bermula saat Hamdi pergi ke Amerika Serikat untuk belajar Bahasa Inggris sekaligus melanjutkan sekolah di bidang bisnis pada tahun 1994, kala itu usianya baru 22 tahun. Namun, alih-alih menyelesaikan pendidikan dan menyandang gelar magister, ia malah drop out dari kampus!


Meski sempat kecewa, Sang Ayah menyarankan agar Hamdi membangun bisnis kecil-kecilan dengan berjualan keju di Amerika Serikat sambil berujar bahwa tidak ada keju yang lezat di AS. Hamdi tidak sependapat, ke Amerika Serikat hanya untuk menjadi pengusaha keju? Nanti dulu! Begitu pikirnya. Sempat berdebat dengan keluarga karena Hamdi merasa masih ada hal lain yang bisa ia kerjakan selain membuat keju, akhirnya pemuda itu mengalah demi menjaga hubungan dengan keluarga. Mulailah ia gunakan kemahirannya menghasilkan keju lezat, lambat laun bisnisnya makin berkembang. 


Sampai pada tahun 2005, tiba-tiba sebuah iklan di koran menarik perhatian Hamdi. Iklan itu menginformasikan bahwa ada sebuah pabrik yoghurt yang akan dijual. Pabrik itu terletak di New York, milik perusahaan Kraft. Pabrik yang lumayan besar, dengan luas sekitar 7.500 meter persegi. Hamdi mengambil pinjaman uang di bank untuk mengakuisisi pabrik tersebut. Sempat berdiskusi dengan beberapa temannya, Hamdi bimbang karena saran-saran dari sahabat mengatakan bahwa mengakusisi pabrik tersebut akan sangat beresiko. Hampir sebagian besar teman Hamdi tidak menyarankannya untuk membeli pabrik. 


"Semua teman-teman saya menganggap saya ambisius dan gila. Mereka bilang, Kraft saja menutup perusahaan itu, lalu mengapa saya bersikukuh membelinya? Kalau pabrik itu menguntungkan, Kraft pasti tidak akan menjualnya," begitu kata Hamdi dalam Wall Street journal. 


Akan tetapi, Hamdi punya firasat lain. Pikirnya kala itu, seorang pebisnis terkadang harus mendengarkan kata hati dan intuisi yang tidak bisa dijelaskan dengan akal sehat. Pabrik itu pun dibelinya, lalu Hamdi merekrut 4 mantan karyawan Kraft untuk mengoperasika pabrik. Selain itu, ia mendatangkan ahli pembuat youghurt dari negara asalnya, Turki. Total karyawan pertamanya adalah 5 orang. Pada hari pertama bekerja, Hamdi kelabakan menjawab pertanyaan karyawannya tentang apa yang harus mereka lakukan hari itu. Hamdi dengan enteng menyuruh 5 karyawan tersebut untuk mengecat pabrik. 


Sejak saat itu, dalam kurun waktu 18 bulan Hamdi dan timnya meramu resep yoghurt selezat mungkin dan tidak mengoperasikan pabriknya! Hamdi sejatinya adalah orang yang perfeksionis. Ia tidak mau mengoperasikan pabrik sebelum menemukan resep yang benar-benar lezat. Ini bukan tidak beresiko, karena modalnya adalah pinjaman, maka apabila Hamdi tak kunjung membuka pabriknya dalam jangka waktu 1,5 tahun ia bisa dianggap gagal total. Namun Hamdi berkilah, segala sesuatu harus disiapkan sedetail mungkin. 


Hamdi mengatakan bahwa di Amerika Serikat, yoghurt diproduksi dengan kandungan gula yang banyak, dan segmentasinya adalah kalangan perempuan. Selain itu, Hamdi pun beranggapan bahwa yoghurt di AS mahal, maka Hamdi sedapat mungkin menentukan harga jual yoghurt buatannya terjangkau semua kalangan. Akhirnya, pada tahun 2007 pabrik yoghurt Hamdi diberi nama Chobani. Satu truk susu perhari dihabiskan untuk produksi pertama. Hasilnya ia sebarkan ke seantero New York dengan konsep yoghurt alami. 
 
 
  

Segera setelah diluncurkan, yoghurt Chobani begitu disukai dan menarik minat raksasa retail AS untuk ikut memasarkannya. Tiap tahun, omzetnya meningkat dua kali lipat. Hamdi pun membangun pabrik lainnya di daerah Idaho dengan luas sekitar 9500 meter persegi, lebih besar dari pabriknya di New York. Pada tahun 2011, Hamdi sama sekali tidak mengeluarkan anggaran untuk memasang iklan karena pengunjung berdatangan karena mendengar cerita kelezatan yoghurt Hamdi. Chobani pun berekspansi ke Australia dan Inggris, luar biasa!


Mengapa yoghurt Chobani bisa sukses? Hamdi berbagi resepnya, yakni suatu bisnis harus punya tujuan dan konsistensi. Sedari awal, konsep Chobani adalah yoghurt alami, menyehatkan dan terjangkau. Sampai saat ini hal tersebut tetap dijaga oleh Hamdi dan timnya!


About

CKH Group is Indonesian MICE company based in Central Jakarta. Driven by our core values and with our own vision to bring more good managements and idea in order to support the MICE industry demand that getting higher not only in Jakarta, but also other cities in Indonesia.