Pria Ini Ditolak Menjadi Pilot Karena Kurang Tinggi, Akhirnya Memutuskan Bikin Pesawat Sendiri

  • Sabtu, 28/11/2015 - 09:18 WIB
 
Asmelash Zeferu namanya, ia pernah begitu kecewa dalam hidupnya karena ditolak masuk pelatihan pilot lantaran postur tubuhnya kurang tinggi satu sentimeter saja dari syarat seharusnya. Namun karena tekad bajanya dia belajar melalui buku elektronik (eBook) dan situs YouTube untuk membuat pesawat sendiri. Koran the Daily Mail melaporkan, Kamis (26/11), lelaki asal Ethiopia berusia 35 tahun itu ingin menerbangkan pesawat buatannya di Ibu Kota Addis Ababa untuk melamar pacarnya, Seble Bekele. Zeferu belum pernah sekali pun menerbangkan pesawat dan dia berharap percobaannya berhasil. 
 

Sekitar lima bulan lalu dia sudah mencoba menerbangkan pesawat buatannya tapi baling-baling yang patah mengubur impiannya. Sekitar 15 tahun lalu Zeferu mendaftar di Dire Dawa, akademi penerbangan dari maskapai Ethiopia Airlines. Dia ditolak karena tingginya hanya 170 sentimeter sedangkan syarat mendaftar menjadi pilot harus 171 sentimeter. "Jika tidak bisa jadi pilot maka saya memutuskan membuat pesawat sendiri. 
 

Dengan begitu saya akan bisa terbang ke angkasa," ujar dia kepada stasiun televisi CNN. Hasil dari pencariannya di buku elektronik dan situs YouTube membuat Zeferu memilih model pesawat yang pernah dipakai siswa pendidikan pilot di Amerika Serikat pada 1920-an dan 1930-an. Zeferu kemudian membeli suku cadang bekas di pasar Merkato di Addis Ababa. Untuk bagian sayapnya dia membeli kayu impor dari Australia. Sedangkan pada bagian mesin dia menggunakan mesin empat silinder dari mobil VW kodok dengan kekuatan 40 tenaga kuda. Dua hari lagi Zeferu akan mencoba menerbangkan pesawat buatannya itu. Dia berharap pesawatnya bisa melayang 10 meter saja di atas permukaan tanah.
 

 "Menerbangkan pesawat bukan perkara sulit. Yang bahaya itu mendaratnya," kata dia.
 
Semoga pesawat yang dibuat oleh Zeferu berhasil terbang dan mendarat dengan sukses yaa, sobat Souja. 


About

CKH Group is Indonesian MICE company based in Central Jakarta. Driven by our core values and with our own vision to bring more good managements and idea in order to support the MICE industry demand that getting higher not only in Jakarta, but also other cities in Indonesia.