UNESCO Tetapkan 9 Tarian Tradisional Bali Sebagai Warisan Budaya

  • Kamis, 03/12/2015 - 09:51 WIB
 

UNESCO menetapkan sembilan Tari Tradisi Bali sebagai Warisan Budaya Dunia Tak Benda (WBD-TB) secara aklamasi.

 

Ke-9 Tarii Tradisi Bali ini ditetapkan UNESCO dalam sidangnya di Windoek Nambia, Afrika Selatan pada 1-2 Desember 2015 mewakili seluruh tarian Bali yang dimiliki oleh masyarakat Bali, baik yang tinggal di Pulau Bali maupun yang tinggal di luar Bali.

 

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Dewa Putu Beratha menjelaskan, saat ini banyak orang Bali yang tinggal di seluruh Kepulauan Indonesia (Nusantara), bahkan banyak yang tinggal luar negeri.

 

Tari Tradisi Bali ditampilkan oleh orang-orang Bali, orang-orang Indonesia lainnya, bahkan orang-orang luar negeri.

 

9 tari itu diantaranya ada tari Rejang dari Kabupaten Klungkung, Tarian suci yang dipentaskan di pura dalam upacara keagamaan. Kedua ada Tari Sanghyang Dedari asal Kabupaten Karangasem. Tari ini dipentaskan atas prakarsa komunitas desa untuk menolak bala atau wabah penyakit

 

Yang ketiga ada Tari Basis Upacara asal Kabupaten Bangli, tari ini biasanya diiukuti 4 hingga 64 orang. Lanjutnya, tari yang keempat itu ada Tari Topeng Sidhakarva atau Topeng Pajegan dari Kabupaten Tabanan.

 

"Tari yang kelima yang menjadi warisan budaya ada tari drama tari Gambuh dari Kabupaten Gianyar. Untuk tari yang keenam ada Drama Tari Wayang Wong dari Kabupaten Buleleng. Tari ke empat hingga ke enam merupakan jenis tari Bebali dimanan tari itu diciptakan pada abad ke 14 ke abad 19," paparnya.

 

Sementara tari yang ke tujuh ada Tari Legong Keraton dari Kota Denpasar , tari yang ke delapan yaitu Tari Joged Bumbung Kabupaten Jembrana, dan tari yang ke Sembilan ada Tari Barong "Ket Kuntisraya" asalnya dari Kabupaten Badung.

 

 

 

 


About

CKH Group is Indonesian MICE company based in Central Jakarta. Driven by our core values and with our own vision to bring more good managements and idea in order to support the MICE industry demand that getting higher not only in Jakarta, but also other cities in Indonesia.