Hobi Minum Boba? Waspadai 5 Dampak Buruk ini!

  • Senin, 14/10/2019 - 09:22 WIB
Sobat Souja pecinta tren kekinian tentu mengetahui kalau Buble Tea atau Boba Drink menjadi minuman terfavorit dalam beberapa tahun terakhir. Pada awalnya, minuman ini populer di beberapa kawasan di Asia, seperti Taiwan. Boba merupakan minuman dengan toping yang terbuat dari tepung tapioka berbentuk mutiara hitam ukuran kecil hingga medium, dimana kata Boba berarti mutiara dalam bahasa Tiongkok. 


Seiring dengan semakin populernya Boba, kini kandungan dan toppingnya semakin bertambah pula. Dilansir melalui Hellosehat, terdapat jenis Boba berwarna putih dan hitam. Tepung tapioka hitam, pati singkong, ubi serta gula merah menjadi komposisi pembuat utama Boba Hitam. Sementara Boba Putih terbuat dari pati singkong, karamel dan akar kamomile. Mengonsumsi Boba Drink memang menyegarkan sebagai pelepas dahaga, namun tahukah Sobat jika terdapat 5 dampak berbahaya yang mengintai jika kamu terlalu sering meminumnya? Yuk simak! 


Meningkatkan Risiko Diabetes
 
 
 
Hellosehat menyebutkan kalau Boba tinggi kandungan gula tambahan seperti sukrosa, fruktosa, galaktosa, melezitosa. Terdapat kandungan gula sebesar 38 gram dan kalori sebanyak 299 kcal untuk setiap porsinya. Padahal, kebutuhan gula tambahan tidak boleh lebih dari 150 kcal/hari untuk pria dan 100 kcal/hari untuk wanita. Bayangkan kalau Sobat mengonsumsi Boba dalam ukuran yang besar (946 ml), ditambah dengan topping seperti jeli dan puding, maka kandungan gula akan menjadi semakin tinggi, yaitu sebanyak 250% kebutuhan gula pada pria dan >384% untuk kebutuhan gula pada wanita.


Sembelit
 
  
 
Seperti diketahui, Boba terbuat dari tepung tapioka atau kanji yang cenderung sulit dicerna oleh tubuh. Hal itu dapat menyebabkan sembelit apabila terlalu sering dikonsumsi.


Risiko Penyakit Jantung dan Stroke
 
  
 
Boba Drink juga mengandung lemak trans yang muncul karena proses industri yang bertujuan untuk meningkatkan rasa dan tekstur makanan. Kandungan lemak trans yang tinggi memiliki banyak efek negatif bagi kesehatan, seperti kolesterol jahat yang meningkat, daya ingat yang menurun, hingga meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.


Memicu Flek Hitam pada Wajah
 
  
 
Live Well with UnityPoint Health menyebutkan bahwa kandungan fruktosa dalam gula yang tinggi pada Boba Drink dapat mempercepat reaksi kecokelatan pada kulit sebanyak 7 kali lebih banyak. 


Memicu jerawat dan bruntusan
 
  
 
Dilansir melalui Femaledaily, mengonsumsi gula berlebih punya efek buruk ke kulit, salah satunya adalah kulit jadi mudah mengalami inflamasi. Selain itu, ada juga yang namanya glycation, merupakan proses penumpukan gula berlebih dalam tubuh yang bisa merusak kerja protein dalam kulit, yaitu elastin dan kolagen. Efeknya? Skin barrier menjadi lemah, inflamasi gampang terjadi, sampai produksi minyak berlebih. Berbagai masalah kulit pun muncul, seperti jerawat dan bruntusan. 


So, bagaimana mengurangi dampak buruk bila Sobat sudah terlanjut hobi mengonsumsi Boba Drink? 
a. Pesan Boba dengan kandungan gula seminimal mungkin (less sugar)
b. Jika kamu memesan Boba yang mengandung susu, jangan memakai tambahan toping seperti puding. 
c. Lebih baik memesan Boba non-susu, misalnya smoothies buah. 

About

CKH Group is Indonesian MICE company based in Central Jakarta. Driven by our core values and with our own vision to bring more good managements and idea in order to support the MICE industry demand that getting higher not only in Jakarta, but also other cities in Indonesia.