Mengenal Gamophobia, Ketakutan Yang Membuat Seseorang Enggan Menikah

  • Selasa, 24/09/2019 - 08:31 WIB

Sobat Souja yang sudah menjalani hubungan dalam waktu cukup lama dan merasa bahwa pasangan telah memenuhi kriteria untuk menjadi pasangan hidup mestinya sudah membuat seseorang merasa yakin untuk menikah.

Namun, ternyata hal tersebut bukan menjadi alasan yang cukup bagi mereka yang mengalami kondisi gamophobia untuk segera melanjutkan hubungan ke arah yang lebih serius yakni menikah.


Mengapa seseorang yang mengalami gamophobia merasa takut secara berlebihan untuk berkomitmen dalam ikatan pernikahan? Yuk, simak penjelasan selengkapnya berikut ini!

Apa Itu Gamophobia?

Sebelum membahas tentang tanda-tanda dan penyebab kondisi gamophobia, ada baiknya Sobat Souja mengetahui terlebih dahulu pengertian dari salah satu jenis phobia sosial ini.

Gamophobia di dalam dunia psikologis dikaitkan dengan kondisi mental yang membuat seseorang takut berkomitmen dalam asmara yaitu ikatan pernikahan.

Istilah tersebut berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani yaitu Gamos yang berarti perkawinan dan phobos yang berarti ketakutan.

Meski sama-sama memiliki ketakutan dalam hal asmara, phobia ini sering disamakan denganphilophobia, yaitu kondisi ketakutan berlebihan yang membuat orang takut jatuh cinta.

Bedanya, seseorang yang mengalami gamophobia sebenarnya tidak takut menjalin hubungan asmara dengan orang lain, tetapi ketika harus berkomitmen dan menikah dengan pasangannya, mereka akan merasa takut. Bila orang yang mengalami gamophobia dipaksa untuk menikah, mereka akan lebih memilih meninggalkan pasangannya.


Penyebab Gamophobia

Seperti jenis phobia asmara lainnya, gamophobia yang bisa saja dialami siapa saja tidak dirasakan secara tiba-tiba, melainkan ada penyebabnya.

Faktor pertama yang bisa menjadi penyebab seseorang mengalami ketakutan untuk berkomitmen adalah ketidakpercayaan diri yang berlebihan.

Kehidupan rumah tangga setelah menikah akan mengubah kehidupan dibandingkan dengan sebelum menikah. Sebagai suami atau istri, seseorang akan memiliki tanggung jawab masing-masing yang memang tidak mudah dan pasti akan mengalami banyak masalah serta tantangan ketika sudah menikah. Hal tersebut seringkali menjadi alasan seseorang merasa takut menjalani kehidupan pernikahan.

Selain faktor tidak percaya diri, pengalaman dan trauma buruk di masa lalu juga bisa menjadi penyebabnya. Kejadian atau pengalaman orang lain yang sangat buruk dalam kehidupan pernikahan juga bisa menjadi alasan seseorang takut untuk berkomitmen dan menikahi pasangannya. Orang yang mengalami gamophobia merasa bahwa pernikahan bisa menjadi mimpi buruk yang sebaiknya harus dihindari.

Tanda-Tanda Gamophobia

Beberapa tanda yang ditunjukkan oleh seseorang yang mengalami gamophobia adalah seperti:

- Merasa takut secara berlebihan dengan pernikahan. Bahkan ketika melihat teman atau kerabat dekat yang menikah juga memicu ketakutannya.

- Menghindari pembicaraan tentang pernikahan

- Panik dan agresif ketika menanggapi orang lain yang sedang mempersiapkan pernikahan

- Kurangnya rasa percaya diri

- Panik terhadap pernikahan diikuti dengan gejala fisik seperti gemetar, pusing, menangis, jantung berdetak kencang, sesak napas, hingga pingsan.

Menangani Kondisi Gamophobia

Gamophobia adalah fobia umum yang bisa dialami oleh siapa saja, terutama pria. Pria cenderung takut menikah karena risiko pribadi, finansial, dan sosial yang menyertai pernikahan.

Meski demikian, para wanita ada baiknya untuk mengetahui tentang phobia ini supaya mewaspadainya juga dan tidak mengalaminya.

Bila pernikahan menjadi tahap paling menakutkan dalam menjalin hubungan, tetapi Sobat Souja tetap memiliki keinginan untuk menikah, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Pertama-tama, ketahui dahulu alasan utama yang membuat Sobat Souja takut menikah.

Karena dengan begitu, Sobat Souja bisa mengambil langkah selanjutnya untuk perlahan menyingkirkan ketakutan tersebut.

Setelah menikah, sebenarnya hidup Sobat Souja tidak berubah 180 derajat, Sobat Souja tetap bisa menjadi diri sendiri. Koreksi kembali ekspektasi Sobat Souja tentang pernikahan, karena tidak semua hal menjadi buruk dan berat ketika Sobat Souja sudah menikah. Kemudian, yang tak kalah penting, kelilingi diri Sobat Souja dengan orang-orang yang merasakan kebahagiaan setelah menikah. Hal tersebut bisa menjadi bentuk dukungan untuk menyingkirkan ketakutan yang

Sobat Souja rasakan. Bila perlu, berkonsultasilah dengan terapis untuk mendapatkan pertolongan yang tepat.

Bagaimana Sobat Souja, apakah Sobat Souja juga adalah salah satu pengidap phobia ini?

Sumber Artikel : Journal Sociolla


About

CKH Group is Indonesian MICE company based in Central Jakarta. Driven by our core values and with our own vision to bring more good managements and idea in order to support the MICE industry demand that getting higher not only in Jakarta, but also other cities in Indonesia.