Apa Manfaat Dari Beras Coklat?
Sabtu, 18/02/2017 - 09:43 WIB
images-artikel/kecil/236377_06ee5330-073a-11e5-b3e3-224b87772fba.jpg
Sumber: Tokopedia
 
 
Jakarta -
Halo Sobat Souja, sebagai orang Indonesia, tentu saja beras putih yang kemudian diolah menjadi nasi adalah makanan pokok. Bersifat mengenyangkan dan nyaman di perut, konsumsi nasi putih nyatanya lama-kelamaan bisa mengundang penyakit. 


Umumnya konsumsi nasi putih yang berlebihan bisa menyebabkan diabetes sebab nasi putih tinggi kandungan glikemik dan kalori namun rendah serat. Sehingga banyak ahli kesehatan yang menyarankanmu untuk mengganti konsumsi nasi putih ke jenis nasi yang lebih sehat seperti nasi dari beras cokelat.


Lalu, apa saja keunggulan beras cokelat ini? Berikut adalah jawabannya.


Rendah glikemik


Glikemik atau indeks glikemik ketika masuk ke dalam tubuh bisa menaikkan kadar gula dalam darah. Semakin tinggi kandungan glikemik, maka semakin cepat pula naiknya kadar gula darahmu yang bisa berujung pada naiknya berat badan, munculnya diabetes, hingga penyakit jantung. 


Menurut beberapa penelitian, dibandingkan dengan nasi putih, nasi cokelat lebih rendah kandungan glikemiknya.


Rendah kalori


Menurut U.S. Department of Agriculture (USDA) National Nutrient Database, setiap 1 cangkir nasi cokelat mengandung 218 kalori. Sementara nasi putih mengandung 242 kalori per cangkirnya.


Kaya serat


Tak hanya lebih tinggi kandungan antioksidan, nasi cokelat menyediakan 1,8 gram serat di setiap 100 gramnya.


Menurunkan risiko diabetes


Nasi cokelat sangat tinggi akan magnesium dan serat yang berfungsi untuk mengontrol kadar gula dalam darah. Menurut penelitian terbaru, rajin mengonsumsi nasi cokelat bermanfaat untuk mengurangi risiko diabetes tipe 2.


Mencegah penyakit jantung


Kandungan lignan dalam nasi cokelat terbukti mengurangi jumlah lemak darah, menurunkan tekanan darah, serta mengurangi peradangan di arteri. Sehingga jantung pun lebih sehat dengan mengonsumsi nasi cokelat.


Memang mengganti kebiasaan dengan mengonsumsi nasi cokelat terasa berat pada awalnya. Namun demi alasan kesehatan, perubahan kebiasaan sehat ini perlu untuk kamu lakukan.
 
 
Artikel Terkait:
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-
 
           
Rabu, 03/07/2019 - 10:37 WIB
Senin, 01/07/2019 - 10:23 WIB
Jumat, 05/07/2019 - 09:37 WIB