Sobat Souja, orang tua pasti menginginkan hal yang terbaik bagi anaknya baik di masa kini maupun masa depan. Menurut Dokter Tumbuh Kembang Anak, Soedjatmiko, terd" />
Apa Saja Yang Dibutuhkan Anak Agar Tumbuh Cerdas Dan Sehat?
Kamis, 14/02/2019 - 08:37 WIB
images-artikel/kecil/matematika.jpg
Sumber: wartakesehatan.com
 
 
Jakarta -
Sobat Souja, orang tua pasti menginginkan hal yang terbaik bagi anaknya baik di masa kini maupun masa depan. Menurut Dokter Tumbuh Kembang Anak, Soedjatmiko, terdapat tiga kebutuhan anak agar bisa lebih unggul dan sukses, yaitu nutrisi, imunisasi, dan interaksi dengan orang tua.


"Yang pertama kali dilakukan adalah mencukupi nutrisi dan imunisasi lengkap supaya tidak mudah sakit. Dan anak juga harus mendapat perlindungan fisik. Kalau nakal, jangan dicubit atau dipukul, cukup diingatkan," kata dr. Soedjatmiko.


Terpenuhinya nutrisi bisa terlihat di masa remaja. Tinggi badan, berat badan dan lingkar kepalanya akan tumbuh dengan baik.


"Kalau pendek di akhir masa remaja diakibatkan gizi kurang, berarti stunting. Diasumsikan anak memiliki kecerdasan rendah dan sulit dapat pekerjaan," jelasnya.


Tidak sulit memenuhi gizi anak. Cukup dengan memberi asupan makanan yang mengandung serat, kalsium, protein, vitamin B, vitamin C, zat besi dan zinc. Perhatikan juga kesehatan ususnya.


"Kesehatan tubuh terpusat di organ usus. Untuk menjaga usus, dibutuhkan serat pangan supaya bakteri baiknya tetap hidup dan berkembang. Untuk pertumbuhan fisik, dibutuhkan kalsium dan protein. Sedangkan otak butuh vitamin dan mineral," tutur Ahli Gizi, Saptawati Bardosono.


Setelah memerhatikan pertumbuhan fisik, orangtua perlu banyak berinteraksi dengan anak untuk merangsang potensi dan kecerdasan anaknya.


"Hal paling sederhana adalah mengajaknya bermain, berbicara, belajar mengenal warna, bentuk, menghapal nama, bermain puzzle, menonton, membaca buku dan bermain dengan teman," ungkap Soedjatmiko.


Jika nutrisi dan imunisasi serta berhasil mengajaknya bermain, orangtua perlu memberikan kasih sayang.


"Pujilah mereka ketika berhasil melakukan sesuatu supaya anak berani berkreasi. Sayangilah mereka dari dalam kandungan untuk melatih kecerdasan emosinya," tandasnya.
 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-
 
           
Senin, 06/05/2019 - 08:38 WIB
Selasa, 07/05/2019 - 08:42 WIB
Selasa, 21/05/2019 - 09:00 WIB