Apa Sih Perbedaan Dari Vegan Dan Vegetarian?
Jumat, 21/06/2019 - 09:09 WIB
images-artikel/kecil/food.jpg
Sumber: Healthy Eating - SFGate
 
 
Jakarta -
Halo Sobat Souja, gaya hidup dan konsumsi yang tidak mengonsumsi daging merupakan salah satu yang tengah meningkat saat ini. Popularitas dari gaya hidup ini disebabkan karena sejumlah manfaat yang bisa diperoleh dari kebiasaan ini.


Terdapat dua istilah yang umum digunakan untuk menyebut gaya hidup ini yaitu vegan dan vegetarian. Sering kali banyak orang salah mengira dan menyangka bahwa dua hal ini sama. Namun sesungguhnya kedua hal ini sangat berbeda.


Kedua hal ini memang memiliki kesamaan namun juga terdapat perbedaan yang cukup menonjol dan bisa dikenali. Satu hal yang sama dari dua hal ini adalah tidak mengonsumsi daging.


Vegetarian merupakan seseorang yang menghindari konsumsi produk yang dihasilkan dari hewan yang dibunuh. Hal ini berarti seseorang vegetarian tidak mengonsumsi daging baik dari sapi, sapi, babi, ayam, bebek, dan lain sebagainya. Selain itu mereka juga tidak mengonsumsi ikan, kerang, serangga atau bahkan kaldu dan lemak dari hewan.


Dengan kata lain, seorang vegetarian tidak mengonsumsi daging binatang sama sekali. Mereka hanya mengonsumsi buah-buahan, kacang-kacangan, sayur, biji-bijian, serta produk berbasis tanaman lain.


Di sisi lain, vegan diartikan sebagai gaya hidup yang sebisa mungkin tidak mengonsumsi makanan yang dihasilkan dari tindakan-tindakan pada hewan. Bukan hanya pada makanan saja, mereka juga menerapkan pandangan ini pada pakaian dan berbagai hal ini.


Pada makanan, selain menghindari konsumsi daging, vegan tidak mengonsumsi telur dan produk olahan lain yang berasal dari hewan. Pada beberapa vegan yang benar-benar ketat, mereka juga menghindari berbagai produk seperti kulit, wol, dan bahkan madu.


Baik vegan dan vegetarian merupakan pola makan yang berbasis tumbuhan sehingga memiliki manfaat kesehatan yang sama. Pola makan ini bisa menurunkan risiko diabetes, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan tingkat kolesterol tinggi.


Kebiasaan makan ini juga membuat pengaturan konsumsi gula seseorang dapat terkendali. Selain itu tingkat stres oksidatif juga menurun yang semuanya merupakan efek positif dari hal ini.


Walau menawarkan sejumlah manfaat luar biasa, terdapat risiko yang dapat muncul dari pola makan ini. Karena hanya mengonsumsi sayur-sayuran, tubuh tidak bisa mendapat vitamin B-12 secara alami yang dibutuhkan untuk menyokong sistem saraf dan kardiovaskular.
 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-
 
           
Rabu, 03/07/2019 - 10:37 WIB
Senin, 01/07/2019 - 10:23 WIB
Jumat, 05/07/2019 - 09:37 WIB