Apa Yang Perlu Dilakukan Ketika Anak Terkena Korban Bullying?
Minggu, 14/04/2019 - 12:03 WIB
images-artikel/kecil/bully.jpg
Sumber: The List
 
 
Jakarta -
Sobat Souja, kasus bullying atau perundungan yang dialami oleh ABZ, siswi SMP korban pengeroyokan siswa SMA di Pontianak diyakini bakal memberikan sejumlah dampak. Salah satu hal yang diyakini psikolog bakal terjadi pada ABZ adalah trauma.


"Trauma itu kan sangat subjektif, ya. Jadi, kita enggak tahu setelah kejadian ini apa yang muncul di dalam benak korban dan apa yang dipelajari korban akan dunianya," kata psikolog anak Astrid Wen.


Untuk saat ini, korban kekerasan seperti ABZ perlu istirahat fisik dan mental. Apalagi setelah viral, mungkin korban memikirkan banyak hal.


Hal terpenting lainnya setelah mengalami kejadian tidak menyenangkan yang menimpanya, korban perlu mendapatkan pendampingan atau konseling. Aktivitas ini tidak hanya perlu dilakukan korban tapi juga keluarga.


"Sehingga ahli bisa melihat kemampuan korban dalam penyelesaian masalah atau bagaimana dengan cara berpikir. Kehadiran ahli di sini akan membantu memperbaiki pola pikir yang salah atau cara menyelesaikan masalah yang kurang tepat," tutur Astrid.


Selain pendampingan psikologis, perlu juga ada pendampingan keamanan serta memastikan bahwa sekolah tempatnya belajar menerima dia dan tidak melakukan bullying terhadapnya


Tujuan akhir pendampingan dari psikolog atau konselor adalah anak tidak lagi merasa menyandang label korban melainkan sebagai penyintas.


"Bahwa dia adalah pemenang yang telah berhasil melewati kejadian itu," kata Astrid.


Artinya, dia bisa pulih, serta menjalani hidup dengan baik setelah melewati kejadian tidak menyenangkan. Kasus Bullying atau perundungan ini perlu jadi perhatian banyak pihak karena mungkin dilakukan dan dialami oleh banyak anak tanpa disadari.
 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-
 
           
Minggu, 02/06/2019 - 07:42 WIB
Minggu, 16/06/2019 - 10:22 WIB
Senin, 17/06/2019 - 09:46 WIB