Sobat Souja, seorang ibu yang biasa dipanggil nyonya oleh para pembantunya, selalu memesan bun" />
Cerita Inspirasi | Kisah Vas Bunga Lily
Rabu, 02/01/2019 - 10:43 WIB
images-artikel/kecil/20181227_175129.png
Sumber: Soul of Jakarta
 
 
Jakarta -

Sobat Souja, seorang ibu yang biasa dipanggil nyonya oleh para pembantunya, selalu memesan bunga Lily setiap tiga hari, untuk mengganti bunga Lily yang telah layu didalam vas bunganya. Setiap kali ada arisan dirumahnya yang megah, ia selalu dengan bangga menceritakan betapa mahalnya beberapa vas bunga yang semuanya selalu ia isi dengan bunga Lily.

 

Ketika ia sedang membanggakan vasnya, tiba-tiba saja seorang pelayan nyeletuk, "Vasnya memang bagus tapi untuk mengisinya harus memotong beberapa bunga yang akhirnya akan layu didalam vas itu"

 

Celetukkan pelayannya itu membuat si nyonya terperangah demikian juga ibu-ibu lainnya, seketika nyonya hendak marah, tapi buru-buru pelayannya sujud dihadapannya dan memohon ampun, akhirnya ia pun mengampuni pelayan itu seraya belajar sesuatu.

 

Sebagus-bagusnya vas yang mahal tapi untuk mengisinya harus memotong bunga-bunga yang seharusnya bisa hidup lebih panjang bila tidak dipotong untuk ditaruh didalam vas.

 

Berarti vas bunga itu adalah wadah yang menuntut untuk diisi dengan mengorbankan kehidupan yang lain.

 

Banyak orang hidupnya seperti vas bunga, yang selalu ingin dipuaskan keinginannya tapi dengan mengorbankan kehidupan yang lain. 

 

Sifat ini buruk sekali, daripada menjadi vas bunga lebih baik menjadi pot bunga, bila vas mematikan untuk mengisi kepuasan yang sementara, sedangkan pot justru menumbuhkan dan menghidupkan.

 

Sobat souja, mari kita berpikir sejenak. Apakah kita tipikal pribadi seperti vas bunga yang selalu mengorbankan orang lain untuk kepuasan sementara atau pot bunga yang melalui hidup kita, orang lain ditumbuh-kembangkan?


 
 
Artikel Terkait:
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-
 
           
Selasa, 09/04/2019 - 09:46 WIB
Jumat, 05/04/2019 - 09:27 WIB
Kamis, 04/04/2019 - 10:29 WIB