Dilarang Tayang di Indonesia, Film Senyap Masuk Nominasi Oscar!
Minggu, 17/01/2016 - 13:40 WIB
images-artikel/kecil/korban-65-saksikan-film-pembantaian-pki-senyap-di-jakarta.jpg
Sumber: merdeka.com
 
 
Jakarta -
Nominasi Academy Awards atau disebut dengan Piala Oscar 2016 baru diumumkan beberapa hari lalu. Tahukah kamu bahwa dari sekian banyak nominasi, ada satu film yang diproduksi di Indonesia sebagai nominatornya? The Look Of Silence atau Senyap masuk nominasi untuk kategori Best Documentary Feature. Namun demikian, film ini memang kontroversial mengingat tema yang diangkat adalah mengenai G30S/PKI. Hal inilah yang menyebabkan Senyap dicekal untuk tayang di Bioskop. 


Film ini disutradari oleh sineas Joshua Oppenheimer, serta co-producernya adalah Kaarle Aho dan sineas Tanah Air yang namanya disebut Anonim dalam keterangan film. The Look Of Silence atau Senyap sejatinya merupakan film kedua dari The Act Of Killing atau Jagal.  Berbicara mengenai nominasi penghargaan tersebut, Joshua Oppenheimer pun memberikan pernyataannya. 


"Saya pikir dua filmnya melengkapi satu sama lain dan membentuk keutuhan yang lebih besar. Kami berharap sangat banyak kalau nominasi ini membantu mewujudkan impian kebenaran, perdamaian, dan pemulihan kenyataan bagi Indonesia" kata Oppenheimer saat ditelepon pihak Los Angeles Times dari New York pada Kamis (14/1/2016) pagi.


Senyap dirilis pertama kali pada tahun 2014, tepatnya bulan Desember. Film ini menceritakan sosok bernama Adi Rukum, seorang laki-laki yang sedang mencari pembunuh kakaknya. Sang Kakak, menjadi salah satu pembunuhan keji secara massal pada tahun  1965 silam di Sumatera Utara. Berlatar Deli Serdang, diceritakan pula pada Subuh itu orang-orang yang dianggap sebagai anggota PKI dipancung dan tubuhnya dihanyutkan di Sungai Ular dalam keadaan tanpa kepala. Pencarian tak kenal lelah itu menunculkan fakta-fakta baru mengenai peristiwa luar biasa bagi sejarah Republik Indonesia. 


The Look Of Silece/Senyap akan bersaing dengan film dokumenter lainnya, diantaranya Amy (karya Asif Kapadia); Winter on Fire: Ukraine`s Fight for Freedom (karya Evgeny Afineevsky); Carter Land (karya Matthew Heinemen) dan What Happened, Miss Simone (karya Liz Garbus). 
 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-
 
           
Selasa, 09/04/2019 - 09:46 WIB
Jumat, 05/04/2019 - 09:27 WIB
Kamis, 04/04/2019 - 10:29 WIB