Ini Dia Penyebab Sakit Maag Yang Sakitnya Tak Kunjung Sembuh
Sabtu, 13/04/2019 - 12:04 WIB
images-artikel/kecil/sakit maag.jpg
Sumber: Hello Sehat
 
 
Jakarta -
Halo Sobat Souja, pada beberapa penderita sakit maag, sakit yang mereka alami kerap terjadi secara berulang dan tak kunjung sembuh. Bahkan usai mengonsumsi obat, rasa sakit ini bisa muncul kembali dalam jangka waktu tak lama.


Menurut Dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi hepatologi, Hendra Nurjadin, infeksi bakteri Helicobacter pylori bisa saja menjadi penyebab di balik sakit mag yang tak sembuh.


"Dikasih obat tapi masih juga tetap sakit mag atau sakit magnya enggak sampai level sembuh total. Bahkan mungkin Anda sudah rajin minum obat. Kenapa, nih? Jangan-jangan ada infeksi bakteri Helicobacter pylori di lambung," katanya.


Helicobacter pylori adalah bakteri negatif yang banyak ditemukan di dalam antrum pilorus--bagian yang memisahkan lambung dari duodenum (usus duabelas jari). Bakteri ini dikenal sebagai organisme patogen (jahat) yang menimbulkan gastritis kronis, ulkus peptikum (kerusakan lapisan otot saluran pencernaan), dan karsinoma gaster (kanker lambung).


Infeksi tersebut membuat penderita mag tidak sembuh atau menderita sakit mag berulang. Untuk memeriksa apakah ada infeksi bakteri Helicobacter pylori dites menggunakan Urea Breath Test (UBT).


UBT termasuk tes yang paling sederhana untuk melihat ada infeksi bakteri Helicobater pylori. Cara ini mendeteksi karbondioksida dalam napas setelah meminum tablet berupa reagen urea, yang mengandung karbon (C) radioaktif (reagen C-urea).


Kapsul dilarutkan ke dalam 100 cc air. Bila di dalam lambung terdapat urease yang dihasilkan oleh bakteri Helicobacter pylori. Urease tersebut akan menghidrolisis C radioaktif-urea menjadi karbondioksida (CO2) dan amoniak.


Gas CO2 yang telah dilabel selanjutnya lewat melalui aliran darah akan ke paru-paru. Gas itu dikeluarkan pada saat bernapas. Sampel napas diambil saat Anda meniup balon atau buih ke dalam botol yang berisi cairan.


"Jadi, kita berikan satu tablet untuk mengikat urea di dalam lambung. Nanti tablet akan dserap ke darah dan paru-paru. Setelah itu, akan kelihatan hasilnya," Hendra melanjutkan.


Selain tes UBT, ada biopsi perut yang dilakukan. Upaya ini dilakukan dengan endoskopi untuk mengambil sampel jaringan dari perut dan usus dua belas jari. Sampel jaringan dites di laboratorium melihat, apakah sampel mengandung Helicobacter pylori.


"Tes yang kedua dengan cara endoskopi. Lewat endoskopi, nanti kelihatan juga apakah ada luka di lambung juga. Luka bisa saja berkaitan dengan kanker (lambung)," ujar Hendra.
 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-
 
           
Minggu, 02/06/2019 - 07:42 WIB
Minggu, 16/06/2019 - 10:22 WIB
Senin, 17/06/2019 - 09:46 WIB