Jenis-Jenis Usaha Fintech Yang Ada Di Indonesia
Kamis, 11/04/2019 - 11:23 WIB
images-artikel/kecil/fintech - kecil.jpg
Sumber: Berbagai Sumber
 
 
Jakarta -

Sobat souja, zaman sekarang penggunaan teknologi informasi semakin marak sehingga mengubah gaya hidup masyarakat yang serba cepat, salah satunya di sektor finansial. Seiring dengan kebutuhan masyarakat tersebut, maka muncul berbagai usaha yang menawarkan jasa keuangan menggunakan teknologi, atau lebih dikenal dengan Teknologi Finansial (Financial Technology/Fintech).

Dengan adanya fintech, masyarakat pengguna akan mendapat keuntungan karena transaksi jual beli serta urusan pembayaran menjadi lebih mudah, cepat, efektif dan efisien. Mungkin, Anda juga salah satu pengguna jasa fintech aktif. Sebagian besar orang sudah terbiasa memakai dompet elektronik, memanfaatkan fintech sebagai financial planner, hingga investasi lewat peer to peer lending. Berikut ini adalah beberapa usaha fintech yang ada di Indonesia.

Crowdfunding dan Peer To Peer Lending


Perusahaan fintech crowdfunding dan peer to peer lending menawarkan jasa untuk mempertemukan pemilik dana dengan pengusaha startup atau pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah/UMKM yang membutuhkan dana. Bedanya, peer to peer lending yaitu kegiatan di mana kreditur dan debitur melakukan praktik pinjam meminjam tanpa bertemu muka. Sementara pada crowdfunding, sejumlah pemilik dana akan membiayai proyek atau bisnisseseorang secara bersama seperti patungan.

Dengan jasa tersebut, pemilik dana punya pilihan alternatif untuk berinvestasi. Sementara pengusaha juga punya alternatif sumber pendanaan di luar perbankan. Contoh situs fintech crowdfunding antara lain Kickstarter, Kitabisa dan Indiegogo. Sementara situs peer to peer lending misalnya Mekar, Koinworks, Amartha, dan Investree.


Payment, Clearing dan Settlement


Dari judul poin ini, kita sudah bisa memahami bahwa fintech jenis ini bergerak di bidang pembayaran, baik yang diselenggarakan perbankan atau dilakukan Bank Indonesia. Keberadaan fintech ini jelas bisa memudahkan pengguna untuk melakukan transaksi pembayaran yang praktis, cepat, aman dan nyaman.

Fintech payment gateway seperti Doku dan Midtrans sangat berguna untuk mendukung bisnis e-commerce. Payment gateway menghubungkan bisnis e-commerce dengan berbagai bank sehingga penjual dan pembeli bisa melakukan transaksi dengan cepat dan aman.

Sementara layanan fintech e-wallet seperti GoPay, OVO, dan T-Cash memungkinkan pengguna menyimpan uang di aplikasi untuk digunakan bertransaksi sewaktu-waktu diperlukan. Pemakaian e-wallet mudah sehingga pengguna tidak perlu repot menggunakan alat pembayaran tunai dan berurusan dengan uang kembalian.

Market Aggregator

 

 

Fintech market aggregator punya simpanan bank data tentang berbagai produk keuangan yang tersedia di pasar. Portal market agregator akan membantu masyarakat untuk menentukan pilihan pada satu produk keuangan tertentu. Caranya dengan menyajikan data olahan tentang berbagai aspek produk keuangan sepeerti harga, fitur, dan manfaat.

Sebagai contoh, ketika seseorang ingin membuat kartu kredit, maka bisa mengunjungi portal Cekaja, KreditGogo, atau Cermati, memasukkan data pribadi yang dibutuhkan. Kemudian, market aggregator tersebut akan menampilkan seluruh penyedia layanan kartu kredit, dan memberikan data aspek setiap kartu kredit. Dengan begitu, pengguna bisa menimbang dan memilih produk yang tepat sesuai kebutuhan.

Manajemen Risiko dan Investasi

 

 

Fintech manajemen risiko dan investasi juga bisa membantu pengguna mengambil keputusan terkait langkah finansial tertentu. Layanan yang ditawarkan fintech ini seperti perencana keuangan dalam bentuk perangkat lunak.

Dengan memanfaatkan layanan fintech ini, seseorang yang memiliki dana bisa mengatur keuangan dan menaruhya di instrumen investasi atau asuransi yang tepat. Beberapa contoh fintech manajemen risiko dan investasi adalah Bareksa, Cekpremi, dan Rajapremi.

Layanan yang ditawarkan berbagai perusahaan fintech memang bisa memudahkan kehidupan kita sehari-hari, mulai dari pembayarana, hingga investasi. Jika ingin memanfaatkan jasa tersebut, Anda harus memastikan bahwa perusahaan telah terdaftar di Bank Indonesia.

 
 
Artikel Terkait:
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-
 
           
Selasa, 09/04/2019 - 09:46 WIB
Jumat, 05/04/2019 - 09:27 WIB
Kamis, 04/04/2019 - 10:29 WIB