Kisah Inspiratif | Cara Membimbing Pengendalian Diri
Senin, 25/02/2019 - 09:54 WIB
images-artikel/kecil/1AAEAB1D-FB6F-4158-B9E6-76F04BBE61D6.png
Sumber: Soul Of Jakarta
 
 
Jakarta -
Sobat Souja, 
 
Jika Kita Memelihara Kebencian/Dendam, maka seluruh "Waktu & Pikiran"  yg kita miliki akan habis begitu saja dan kita tidak akan pernah menjadi "Orang Yang Produktif".

Kekurangan Orang Lain adalah Ladang pahala bagi kita untuk : memaafkannya, mendoakannya, memperbaikinya, dan menjaga Aib-nya.

Bukan Gelar, Jabatan dan kekayaan yg menjadikan seseorang Mulia, Jika kualitas pribadi kita buruk, semua itu hanyalah Topeng tanpa wajah.

Ciri seorang pemimpin itu " Baik' akan tampak dari : Kematangan Pribadi, Buah Karya,
serta Integrasi antara "Kata dan Perbuatan"-nya.

Jika kita belum bisa membagikan harta atau membagikan Kekayaan, maka Bagikanlah contoh kebaikan  karena hal itu akan menjadi tauladan.

Jangan pernah menyuruh orang lain untuk berbuat baik, sebelum menyuruh diri sendiri,
awali segala sesuatunya untuk kebaikan dari diri kita sendiri.

Pastikan kita sudah melakukan yg terbaik dan beramal hari ini, baik dengan : Materi, ilmu, tenaga, atau minimal dengan 'senyuman yang tulus'.

Para pembohong akan dipenjara oleh Kebohongannya sendiri. Orang yang Jujur akan
menikmati kemerdekaan dalam hidupnya.

Bila hati kita bersih, tak ada waktu untuk : Berpikir licik, curang, atau dengki,
sekalipun terhadap orang lain.

Bekerja Keras adalah "Bagian Dari Fisik', Bekerja cerdas merupakan "Bagian Dari Otak", sedangkan bekerja Ikhlas adalah 'Bagian Dari Hati'.

Kita tidak pernah tahu kapan kematian akan menjemput kita, tapi yang kita tahu adalah kematian itu pasti datang dan seberapa banyak bekal yabg kita miliki untuk menghadapinya.

Selalu optimis dan raoh bahagiamu.
 
 
Artikel Terkait:
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-
 
           
Senin, 06/05/2019 - 08:38 WIB
Selasa, 07/05/2019 - 08:42 WIB
Selasa, 21/05/2019 - 09:00 WIB