Kisah Inspiratif | Jangan Pernah Berhenti di Tengah Badai
Rabu, 12/12/2018 - 11:16 WIB
images-artikel/kecil/218E9778-339D-4C27-9634-5D364878B515.png
Sumber: Soulofjakarta
 
 
Jakarta -
Seorang anak mengemudikan mobil bersama ibunya. Setelah beberapa puluh kilometer, tiba-tiba awan hitam datang bersama angin kencang. Langit menjadi gelap. Beberapa kendaraan mulai menepi dan berhenti.

“Bagaimana, Bu? Kita ikut berhenti?”,
Si anak bertanya.

“Teruslah.. ” kata Ibu.

Sang anak tetap menjalankan mobil. Langit makin gelap, angin bertiup kencang. Hujanpun turun.

Beberapa pohon bertumbangan, Bahkan ada yg diterbangkan angin. Suasana sangat menakutkan. Terlihat kendaraan besar juga mulai menepi dan berhenti.

“Bu....?" ucap anak dengan sedikit gentir

“Teruslah mengemudi..” kata Ibu, sambil terus melihat ke depan.

Mobil tetap dikemudikan dengan susah payah.

Hujan lebat menghalangi pandangan hanya berjarak bebarapa meter saja.

Si Anak mulai takut.
Namun ia tetap mengemudi walaupun sangat perlahan.

Setelah melewati beberapa kilometer ke depan, dirasakan hujan mulai mereda dan angin mulai berkurang. Sampailah mereka pada daerah yg kering dan matahari bersinar.

“Silahkan berhenti dan keluarlah”, kata Ibu
“Kenapa sekarang ?”, tanya-nya.
“Agar kau bisa melihat seandainya berhenti di tengah badai”.

Sang anak berhenti dan keluar. Dia melihat jauh di belakang sana badai masih berlangsung. Dia membayangkan orang-orang yang terjebak di sana.

Dia baru mengerti bahwa jangan pernah menyerah di tengah badai karena akan terjebak dalam ketidak pastian.

Jika kita sedang menghadapi “badai” kehidupan, teruslah berjalan, jangan berhenti dan putus asa karena kita akan tenggelam dalam keadaan yg terus menakutkan.

Lakukan saja apa yang dapat kita lakukan dan yakinkan diri bahwa BADAI PASTI BERLALU.
Kita tidak kan pernah berhenti, tetapi maju terus Karena kita yakin bahwa di depan sana kepastian dan kesuksesan ada untuk kita.

HIDUP TAK SELAMANYA BERJALAN MULUS!

Butuh batu kerikil supaya kita berhati-hati.

Butuh semak berduri supaya kita waspada.

Butuh persimpangan supaya kita bijaksana dalam memilih.

Butuh petunjuk jalan supaya kita punya harapan tentang arah masa depan.

Hidup butuh masalah supaya kita tahu kita punya kekuatan.

Butuh Pengorbanan supaya kita tahu cara kerja keras.

Butuh air mata supaya kita tahu merendahkan diri.

Butuh dicela supaya kita tahu bagaimana cara menghargai.

Butuh tertawa dan senyum supaya kita tahu mengucapkan syukur.

Butuh orang lain supaya kita tahu kita tak tahu diri.

Jangan selesaikan masalah dengan mengeluh, berkeluh kesah, dan marah, Selesaikan saja dengan sabar, bersyukur dan jangan lupa tersenyum

Teruslah MELANGKAH walau mendapat RINTANGAN, Jangan takut..
Saat tidak ada lagi tembok untuk bersandar, masih ada lantai untuk bersujud.

Perbuatan baik yg paling sempurna adalah perbuatan baik yg tidak terlihat, Namun.. Dapat dirasakan hingga jauh ke dalam relung hati.

Jangan menghitung apa yg hilang, namun hitunglah apa yg tersisa.

Hidup ini terlalu singkat, lepaskan mereka yang menyakitimu, sayangi mereka yg peduli padamu.
 
 
Artikel Terkait:
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-
 
           
Minggu, 02/06/2019 - 07:42 WIB
Minggu, 16/06/2019 - 10:22 WIB
Senin, 17/06/2019 - 09:46 WIB