Kisah Inspiratif: Makna Kedamaian
Kamis, 27/07/2017 - 09:46 WIB
images-artikel/kecil/sungai-kedamaian-300x187.jpg
Sumber: quickstart-indonesia.com
 
 
Jakarta -
Pada suatu hari, di sebuah kerajaan ada seorang Raja yang mengalami kecemasan dan akhirnya mengadakan sebuah sayembara agar rakyatnya bisa melukiskan tentang kedamaian. Tak main-main, hadiah berupa emas sudah disiapkan kepada pemenang yang lukisannya membuat raja tenang. 


Para rakyat pun berkumpul dan berbondong-bondong mengikuti sayembara dari Raja, tak terkecuali para seniman lukis dari seluruh penjuru negeri ingin membahagiakan Raja dengan karyanya. Waktu yang dijanjikan pun tiba. 


Baginda Raja datang ke tempat para seniman melukis dan berkeliling melihat-lihat hasil karya mereka. Di antara sekian banyak lukisan, hanya ada dua buah lukisan yang benar-benar paling disukai baginda Raja, yang dianggap mampu mewakili tema tentang kedamaian. Dan sang Raja harus memilih satu di antara keduanya.


Lukisan pertama menggambarkan telaga yang tenang dimana permukaannya bening bak cermin memantulkan kedamaian, gunung-gunung nan hijau mengitari danau dengan awan berarak di birunya langit. Lukisan ini nampak sempurna. Sementara itu, lukisan kedua melukiskan langit gelap yang dihiasi lembayung senja. Perbedannya, lukisan tersebut nampak kasar, gundul dan gersang. Di sisi gunung, ada air terjun deras yang berbuih-buih. Sekilas, lukisan itu sama sekali tidak menampakkan ketenangan dan kedamaian. 


Akan tetapi, sang Raja melihat sesuatu yang menarik. Di balik air terjun itu tumbuh semak-semak menghijau di atas sela-sela bebatuan. Di antara semak-semak itu, tampak seekor induk burung pipit berada di atas sarangnya, sedang mengerami telurnya dan terlihat sebuah kehidupan baru berupa anak burung pipit yang menetas dari pecahan telur. Benar-benar indah dan damai.


Lukisan manakah yang memenangkan lomba? Di luar prediksi, Sang Raja memilih lukisan nomor dua sebagai pemenangnya. 


Rakyat pun bertanya-tanya, mengapa pilihan Raja jatuh pada lukisan kedua? 


"Bagiku, burung pipit dalam lukisan itu menggambarkan kedamaian dan tanggungjawab serta kehidupan baru. Kondisi alam memang terlihat buruk akan tetapi burung pipit tak gentar dan tetap menjaga telur-telur agar tetap menetas,"


Sobat Souja, 
Kedamaian bukan berarti tempat yang sunyi, akan tetapi keadaaan dalam hati dan pikiran. Meski dalam situasi dan kondisi tak mendukung, jika hati dan pikiran tetap tenang, maka kebahagiaan akan menjadi milik kita selamanya.









 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-
 
           
Selasa, 09/04/2019 - 09:46 WIB
Jumat, 05/04/2019 - 09:27 WIB
Kamis, 04/04/2019 - 10:29 WIB