Kisah Inspiratif: Pilihan Sulit
Rabu, 15/03/2017 - 10:25 WIB
images-artikel/kecil/dilemma-1566@1x.jpg
Sumber: bing.com
 
 
Jakarta -
Alkisah, James merupakan seorang remaja 13 tahun yang sangat berbakat. Ia bercita-cita menjadi seorang pebalap. Tak heran, ia selalu melatih kemampuan kebut-kebutannya bersama teman-temannya. Pada suatu hari James mengalami kecelakaan. Sepedanya bersinggungan dengan teman balapnya. Dalam keadaan seperti itu sepeda mereka oleng. James mencoba menyelamatkan diri dengan melompat dari sepeda. Ia melompat ke depan, tetapi sepedanya mengejar, malahan ia yang jatuh menubruk sepeda.


Karuan saja, tulang keringnya beradu dengan setang sepeda dan robek sepanjang sepuluh sentimeter dan selebar tiga sentimeter. Melihat keadaan itu, seorang guru karate sekolah yang kebetulan berada di lokasi kejadian langsung menolong anak didiknya. Pak Tama, nama guru tersebut bergegas membawa James ke klinik terdekat. Sayang klinik yang dimaksud belum buka karena jam buka reguler dimulai pukul 14.00 sampai dengan 22.00 malam. Pak Tama tidak kehilangan akal, ia langsung memutar rencana dengan membawa James ke tabib kampung. 


Siang itu, luka di kaki James dijahit tanpa dibius terlebih dahulu. Ia menangis meronta-ronta menahan rasa sakit tusukan jarum dan benang. Bulu kuduk Pak Tama meremang. Ia seperti ikut merasakan pilu yang dihadapi muridnya. Tanpa sadar, badan Pak Tama ikutan lemas dan pingsan seketika! Panik, tabib kampung itu langsung menolong Pak Tama, akan tetapi lupa bahwa ia sedang menjahit luka James. Tak ayal, jarum dan benang pun masih menancap kokoh di kaki James! 


Sobat Souja, 


Seandainya kita menjadi tabib kampung di atas, apa yang akan kamu lakukan? Menyelesaikan pengobatan terhadap James atau bergegas menolong Pak Tama namun meninggalkan jarum dan benang yang menusuk kaki James? Sungguh-sungguh dilema! Dalam hidup ini ternyata kita kerap kali dihadapkan pada dilema. Kita kadang sulit memilih, tetapi yang jelas apa pun yang dipilih, pasti ada pengorbanan. Pengorbanan inilah yang kerap kali tidak mudah, bahkan dapat menimbulkan rasa sakit yang lebih mendalam dalam diri kita. Namun, pengorbanan menjadi indah ketika yang dibela mengalami kehidupan, kesembuhan, dan kebahagiaan. 


Sumber: Intisari Online

 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-
 
           
Senin, 06/05/2019 - 08:38 WIB
Selasa, 07/05/2019 - 08:42 WIB
Kamis, 09/05/2019 - 09:44 WIB