Halo Sobat Souja, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik mengkritik pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang meminta warga DKI Jakarta tak usa" />
Mohamad Taufik Meminta Untuk Ahok Hati-Hati Dalam Berkata-Kata Tentang Ancaman Teroris
Jumat, 22/01/2016 - 14:46 WIB
images-artikel/kecil/temanahok.jpg
Sumber: temanahok.com
 
 
Jakarta -

Halo Sobat Souja, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik mengkritik pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang meminta warga DKI Jakarta tak usah takut dengan aksi teror di Thamrin, Jakarta Pusat, kemarin. Taufik berharap Ahok untuk lebih hati-hati dalam berucap.

 

"Kalau kata saya harus hati-hati, keamanan sesuai kebutuhan saja, kan kemarin Ahok bilang menantang juga kan," kata Taufik di gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta.

 

Bila benar menjadi sasaran teroris, politisi Gerindra ini meminta Ahok untuk menyerahkan pengamanan atas dirinya kepada pihak Polda Metro Jaya.

 

Dia juga menilai selama ini kinerja instansi pimpinan Irjen Pol Tito Karnavian itu sudah cukup baik mengantisipasi ancaman terorisme.

 

"Semuanya kita serahkan pada Polda Metro jaya. Dia yang tau kebutuhan, bahwa Jakarta aman. Kita kan mengapresiasi langkah-langkah Polda memecahkan teroris. Sudah jelas, bilang sama Ahok enggak usah takut lah," jelasnya.

 

Terkait pengamanan lingkungan di Jakarta, kata Taufik, Ahok seharusnya tidak memberikan perintah bernada ancaman agar pejabat setingkat RT/RW serta warga DKI waspada terhadap ancaman teror. Melainkan lebih dengan mengajak agar bersama-sama menjaga lingkungan.

 

"Ya tapi jangan ngancem gitu lho, itu yang saya enggak suka dia suruh ngawasin terus ngancem gitu lho. Kan ngomongya gitu, RT/RW enggak bisa lurah, pecat. Ayo sama-sama yang ada di wilayah ini kita amankn lingkungan kan kalau diancam malah enggak kerja," pungkas Taufik.

 

Ahok sebelumnya mengaku heran dengan para pelaku teror yang mau mengorbankan nyawa dengan melakukan bom bunuh diri. Menurutnya, para pelaku bom telah dibohongi oleh pemimpin mereka. Hal itu diungkapkan Ahok karena biasanya mereka diiming-imingi janji untuk tewas secara terhormat dan masuk surga, tapi hal itu salah.

 

"Meledak sendiri saja ketembak. Komandannya mana ada yang mau mati, yang bodoh saja yang disuruh mati, dibohongin masuk surga. Masuk neraka lu semua, dibohongin lu. Gw jamin lu pasti masuk neraka yang mati seperti itu! Aku yang ngomong," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

 

Bagi mantan politisi Gerindra ini tidak ada satu agama mana pun yang mengajarkan umatnya untuk angkat senjata melakukan teror bagi masyarakat. Dia pun tak segan menyatakan bahwa para pelaku teror ini sebagai pengecut.

 

"Enggak ada ajaran agama seperti itu. Yang kurang ajar, yang mimpin bawa senjata kabur. Pengecut, bohongin orang bodoh, orangnya mati, lu enggak mau mati," tegasnya kesal.

 

Ditambahkannya, dia mengimbau kepada masyarakat tidak boleh takut dengan segala ancaman teror. Karena, pelaku teror akan berpikir dua kali untuk melakukan hal serupa di Jakarta.

 

Seperti diketahui, pihak kepolisian sudah menembak mati seluruh pelaku teror di perempatan Sarinah.

 

"Ya enggak usah takut dong, gw aja kerja seperti biasa. Enggak ada apa-apa. Enggak usah takut kalau mereka berani muncul sekarang juga mereka mikir gitu loh. Yang berani mati kan yang bodoh saja disuruh pasangin bom," pungkas orang nomor satu DKI ini.

 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-
 
           
Selasa, 09/04/2019 - 09:46 WIB
Jumat, 05/04/2019 - 09:27 WIB
Kamis, 04/04/2019 - 10:29 WIB