Perbedaan Workhaholic VS Pekerja Keras
Rabu, 26/06/2019 - 09:49 WIB
images-artikel/kecil/5BBAD04F-1E64-4383-A049-911A0CF787A1.jpeg
Sumber: Soul Of Jakarta
 
 
Jakarta - Sobat Souja, mungkin masih banyak orang mengira kaum yang giat bekerja atau pekerja keras sama dengan workaholic. Padahal, makna keduanya berbeda.
Pekerja keras cenderung mengarah ke perilaku positif, sementara workaholic memiliki stigma yang cukup negatif. Lalu indikasi apa saja yang membedakan keduanya? dibawah ini adalah perbedaan antara pekerja keras dan workaholic;

1. Workaholic adalah sindrom untuk orang yang memiliki kecenderungan kecanduan bekerja, sedangkan pekerja keras adalah orang yang punya etos kerja yang tinggi.

2. Demi memenuhi hasrat mereka, para workaholic akan bekerja lebih dari belasan jam sehari, sedangkan pekerja keras akan memenuhi waktu kerja sesuai dengan kewajibannya saja namun efisien.

 3. Pekerja keras bukan workaholic
Pada dasarnya perbedaan keduanya terletak pada pikirannya. Pekerja keras mampu bekerja efisien dan efektif, serta masih mampu memiliki kehidupan di luar pekerjaan.
Sementara workaholic pada kenyataannya tak mampu melakukan manajemen waktu yang baik. Jika mereka bisa melakukannya, tentu mereka tak harus bekerja sampai melampaui jam kerja tiap harinya.

4. Workaholic mendapatkan kegembiraan saat mendapatkan tugas yang mustahil, namun tidak demikian bagi seorang pekerja keras.

5. Pekerja keras dapat mengambil istirahat sejenak, sedangkan workaholic menganggap istirahat hanya membuang waktu.

Nah Sobat souja, kamu termasuk tipe yang mana?
 
 
Artikel Terkait:
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-
 
           
Rabu, 03/07/2019 - 10:37 WIB
Senin, 01/07/2019 - 10:23 WIB
Jumat, 05/07/2019 - 09:37 WIB