Pernah Mengalami Tidur Ketindihan? Ini Penyebabnya
Senin, 22/02/2016 - 09:59 WIB
images-artikel/kecil/ketindihan.png
Sumber: google.com
 
 
Jakarta -

Kamu pernah mengalami tidur ketindihan? Yaitu kamu merasa ingin bangun dari tidur namun kamu tidak bisa bangun seperti ada yang menindih kamu dan badan kamu tidak bisa digerakan.

 

Jangan berpikir bahwa kamu sedang ditindih oleh hantu atau hal-hal mitos lainnya. Memang banyak orang yang menghubungkan kondisi tubuh ini dengan hal yang berbau mitos.

 

Tahukah kamu bahwa hal ini sebenarnya dinamakan dengan kelumpuhan tidur atau dalam bahasa kedokteran disebut 'paralysis'. Keadaan ini membuat otak dan tubuh kita mengalami ketidak sinkronan sehingga apa yang diperintahkan otak tidak bisa dilakukan oleh tubuh.

 

Dikutip dari Okezone, manusia memiliki empat tahapan proses tidur, yaitu tidur ringan, lebih dalam, dan paling dalam, serta REM (Rapid Eye Movement). Saat manusia dalam posisi REM, matanya bergerak sangat cepat.

 

Kondisi ketindihan terjadi karena kelelahan atau kurang tidur sehingga otak terlalu cepat memasuki tahap REM dan mengalami mimpi. Namun saat itu, tubuh masih dalam tahapan tidur ringan atau lebih dalam.

 

Karena tahapannya tidak sama, otak mengalami kebingungan untuk mengendalikan tubuh yang sedang sibuk berada di tahapan tidur yang lain. Untuk itu, jika kamu tidak ingin mengalami ketindihan dianjurkan untuk tidur teratur dan jangan terlalu kelelahan.

 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-
 
           
Selasa, 09/04/2019 - 09:46 WIB
Jumat, 05/04/2019 - 09:27 WIB
Kamis, 04/04/2019 - 10:29 WIB