Perusahaan Startup Unicorn, Sudah Sampai Sejauh Mana di Indonesia?
Senin, 11/03/2019 - 09:08 WIB
images-artikel/kecil/hand-3190204_1280.jpg
Sumber: Berbagai Sumber
 
 
Jakarta -

Sobat souja, istilah ‘Unicorn’ menjadi sebuah topik yang banyak diperbincangkan oleh netizen setelah muncul dalam debat Calon Presiden putaran kedua. Istilah unicorn ini sebenarnya memang bukan sebuah istilah yang asing bagi para pemerhati industri startup di Indonesia.



Apa sih sebenarnya perusahaan startup unicorn ini? Dan sudah ada berapa perusahaan startup di Indonesia yang termasuk dalam kategori ini? Berikut ini adalah penjelasannya.


Perusahaan Startup Unicorn


Istilah Unicorn merupakan sebuah sebutan bagi perusahaan startup yang sudah mendapatkan pendanaan hingga US$1 miliar. Bagi banyak perusahaan startup menjadi sebuah perusahaan dengan gelar Unicorn merupakan sebuah prestasi dan kebanggaan. Karena untuk mendapatkan gelar ini tentunya tidak mudah dan memerlukan kepercayaan dari banyak pihak agar mau berinvestasi di perusahaan tersebut.

Tetapi, walaupun sudah mencapai gelar Unicorn, bukan jaminan sebuah startup bisa berjalan atau berkompetisi dengan mudah. Tidak sedikit perusahaan startup yang sudah mencapai tahap ini juga mengalami kemunduran bahkan tutup ditengah jalan.

Salah satu yang cukup menjadi perbincangan adalah startup asal Cina, Ofo, yang berhasil mendapatkan pendanaan hingga US$2 miliar. Tetapi pada akhirnya harus menutup gerai operasionalnya di tahun ini.

Unicorn Asal Indonesia


Ternyata startup Indonesia pun memiliki daya tariknya tersendiri bagi para investor. Tercatat hingga saat ini ada empat perusahaan startup yang masuk ke dalam kategori Unicorn ini.

Keempat startup tersebut adalah Gojek, Tokopedia, Traveloka dan juga Bukalapak. Seluruh startup tadi merupakan startup-startup yang saat ini mencapai nilai lebih dari US$1 miliar yang mendapatkan pendanaan dari investor dalam negeri maupun luar negeri.

Bahkan dari daftar startup tadi, beberapa perusahaan  bahkan sedang melebarkan layanannya di Asia Tenggara. Hal ini tentunya sangat membanggakan bagi Indonesia.

Decacorn dan Hectocorn


Tetapi, rupanya penilaian Unicorn bukan nilai tertinggi untuk sebuah startup saat ini. Istilah baru kembali muncul untuk memberikan julukan bagi startup yang nilainya diatas US$1 miliar.

Berdasarkan riset CB Insight, hingga Januari 2019 ada lebih dari 300 unicorn di seluruh dunia. Beberapa unicorn bahkan sudah ‘naik kelas’ dengan mengantongi status sebagai decacorn (valuasi US$10 miliar) dan hectocorn (valuasi US$100 miliar).

Kelima perusahaan dengan valuasi tertinggi di dunia menurut CB Insight yakni Toutiao atau Bytedance (US$75 miliar), Uber (US$72 miliar), Didi Chuxing (US$56 miliar), WeWork (US$47 miliar), dan Airbnb (US$29,3 miliar).

Hingga saat ini memang belum ada perusahaan asal Indonesia yang mencapai level tersebut. Tetapi tidak menutup kemungkinan  di masa depan akan muncul perusahaan startup teknologi dengan valuasi decacorn dan juga hectocorn.

 
 
Artikel Terkait:
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-
 
           
Selasa, 09/04/2019 - 09:46 WIB
Jumat, 05/04/2019 - 09:27 WIB
Kamis, 04/04/2019 - 10:29 WIB