Real Madrid Telah Dipermalukan Girona Di Depan Pendukung Sendirinya
Selasa, 19/02/2019 - 10:53 WIB
images-artikel/kecil/300px-The_Santiago_Bernabeu_Stadium_-_U-g-g-B-o-y.jpg
Sumber: Wikipedia
 
 
Jakarta -
Halo Sobat Souja, mengejutkan dan di luar dugaan Real Madrid dipermalukan Girona di depan pendukungnya sendiri di Santiago Bernabeu, pada lanjutan La Liga Spanyol, Minggu 17 Februari 2019 lalu. Sergio Ramos dan kawan-kawan takluk dari tamunya 1-2.


Pelatih Real Madrid, Santiago Solari, tentu saja kecewa dengan hasil itu. Ia menyesali banyaknya peluang yang terbuang. "Kami tidak menyelesaikan pertandingan saat kami punya kesempatan melakukannya," kata Solari.


Selain soal peluang, Solari mengaku merasa dirugikan jadwal terakhir timnya, termasuk pertandingan di Liga Champions dan Copa del Rey. Hal inilah membuat timnya kelelahan.


"Yang terkikis tidak hanya fisik tetapi juga mental dan konsentrasi," kata Solari.


Apapun alasannya, ini adalah kekalahan ketujuh bagi Real Madrid di La Liga musim ini. Terakhir kali mereka menderita tujuh kekalahan atau lebih dalam satu musim kampanye La Liga terjadi pada musim 2008/09.


Sekadar catatan, di musim itu Real Madrid bahkan kalah 10 kali. Saat itu, Madrid belum diperkuat Cristiano Ronaldo, yang kini sudah berseragam Juventus.


Saat Ronaldo bermain di musim 2009-2018, Real Madrid maksimal hanya kalah enam kali dalam satu musim. Itu terjadi di musim 2014/15 dan 2017/18.


Catatan buruk ini tentu saja bisa terus bertambah, pasalnya perjalanan La Liga 2018/19 masih panjang. Saat ini, Real Madrid masih terpaku di peringkat ketiga, terpaut sembilan poin dari pemuncak klasemen Barcelona.


Meski demikian, Solari menegaskan kans juara Real Madrid belum hilang. Menurutnya, timnya harus terus maju dan kembali menang.


"Minggu ini ada pertandingan untuk rival kami di Eropa dan mereka memiliki pertandingan yang sulit, semuanya melawan tim seperti Girona yang terbukti sangat serius.


Solari beberapa waktu lalu memang sempat memprediksi soal karier dan perjalanan timnya. Pelatih asal Argentina menilai sepak bola sedikit kejam jika sudah bicara soal penilaian tim.


Ia sudah sangat memahami bahwa sepak bola, terkadang dikritik, terkadang dipuji. Menurutnya, kritik ketika tim kalah, dan pujian ketika tim menang adalah hal yang biasa.


Baginya hal itu tidak berarti apa pun pada tim, dia hanya ingin pemainnya fokus pada pertandingan berikutnya. Yakni untuk terus meraih kemenangan.


"Begitulah profesi ini. Ketika anda kalah, segalanya jadi malapetaka dan suram, dan ketika anda menang, semuanya baik-baik saja. Kami yang berada di dalam hanya fokus berkompetisi ," tegas Solari. 

 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-
 
           
Senin, 06/05/2019 - 08:38 WIB
Selasa, 07/05/2019 - 08:42 WIB
Selasa, 21/05/2019 - 09:00 WIB