Terlahir Tanpa Kaki, Kevin Michael Connolly Sukses Jadi Fotografer dan Keliling Dunia
Selasa, 02/02/2016 - 13:47 WIB
images-artikel/kecil/4c7819a89fbd4.image.jpg
Sumber: bing.com
 
 
Jakarta -

Komitmen dan kerja keras serta kekuatan doa merupakan rahasia menggapai cita-cita meski punya kekurangan fisik. Hal tersebut telah dibuktikan oleh sosok pria muda bernama Kevin Michael Connolly. Pria yang lahir di Helena, Montana, Amerika Serikat pada bulan Agustus 1985 ini tidak memiliki kaki. Dokter pun tidak bisa menjelaskan secara detil mengapa kedua kaki Kevin tidak bisa tumbuh.

 

Orang tua mana yang perasaannya tidak hancur melihat puteranya terlahir cacat. Meski demikian, mereka tidak memperlakukan Kevin berbeda dibandingkan dengan dua saudara perempuannya. Bahkan, di kala bayi seusianya berlatih berjalan, Kevin kecil dilatih orang tuanya menggunakan dua tangan untuk berpindah tempat. Sadar dengan keadaan Kevin, orang tuanya menyediakan 1 lusin celana setiap bulan agar Kevin leluasa berlatih berjalan. Maklum saja, celana Kevin musah robek karena bergesekan dengan tanah.

Pun demikian, Kevin tidak dibiasakan menggunakan kursi roda. Selama masih mampu bergerak dan berjalan dengan menggunakan kedua tangan, Kevin tidak akan menggunakan kursi roda. Sang Ayah, lantas mengajarkan olahraga, mulai dari mendaki gunung, berenang hingga berkemah di alam terbuka. Ayahnya bilang, sebagai seorang laki-laki Kevin harus dibiasakan menyentuh olahraga ekstrem. Ketika usianya 10 tahun, ayahnya mulai mengajarkannya bermain ski dengan pakaian yang dirancang khusus. Ia juga belajar skateboard. Pada awalnya, semua terasa sangat sulit apalagi dengan keterbatasan Kevin. Tidak punya kaki untuk menjajaki pijakan di kala mendaki, Kevin praktis hanya menggunakan kedua tangannya. Akan tetapi, buah kerja keras berlatih membuatnya semakin mahir.

 

Saat menempuh pendidikan di Montana State University jurusan film dan fotografi, Kevin mulai tertarik untuk mengabadikan momen-momen penting. Sering menjadi fotografer di acara kampus, Kevin berhasrat mengunjungi luar negeri untuk melihat keindahan dunia di luar lensa yang dilihatnya selama ini. Akhirnya pada tahun 2006, ia mengunjungi Eropa. Namun demikian, kejadian tak mengenakkan dialaminya saat sampai di Wina, Austria. Kevin tertinggal dari rombongan.

 

Seperti traveller pada umumnya, Kevin pun membawa tas besar lengkap dengan kamera. Orang-orang lantas memandangi Kevin. Karena kesal, Kevin memotret orang-orang yang melihatnya. Ketika pulang baru ia sadari hasil fotonya menarik. Timbul keinginannya untuk mengabadikan berbagai reaksi orang ketika pertama kali melihatnya. Pada tahun yang sama, Connolly mendapat kesempatan untuk mengikuti program pertukaran pemuda dengan Selandia Baru. Kesempatan itu tak disia-siakannya. Namun beberapa bulan sebelum berangkat, ia ikut program televisi yang cukup populer X-Games yaitu lomba olahraga ekstrim. Ia ikut jenis olahraga ski.

 

Keterampilan Kevin membuatnya sukses menyabet juara 2 dan mendapatkan sejumlah uang serta medali perak. Uang itu digukan Kevin untuk travelling ke 15 negara, diantaranya New Zealand, Malaysia, Jepang dan beberapa negara di Eropa. Selama perjalanannya, ia memotret sebanyak 32.000 foto dengan berbagai subjek. Ia juga menulis buku memoarnya dengan judul Double Take: A Memoir. Foto itu bukti visual perjalanannya. Tetapi ia memiliki kenangan lainnya.

 

Ketika di Selandia Baru, misalnya, ia mendengar seorang anak berteriak pada ibunya begitu melihatnya datang. Anak itu memanggil ibunya dan menyebut dirinya adalah korban gigitan hiu. Cerita lain datang kala Kevin mengunjungi negara lain, ada yang menyangkanya sebagai tentara korban bom di Irak, hingga menganggapnya sebagai orang suci. Kevin berharap apa yang dilakukannya bisa menginspirasi banyak orang. Kini Kevin terus menekuni profesinya di bidang fotografi. Keistimewaan yang Tuhan berikan menjadikannya semakin termotivasi untuk selalu bekerja keras.

 
 
Artikel Terkait:
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-
 
           
Selasa, 09/04/2019 - 09:46 WIB
Jumat, 05/04/2019 - 09:27 WIB
Kamis, 04/04/2019 - 10:29 WIB