Sobat Souja, Febby Rastanty baru saja menyelesaikan liburannya di Australia bersama sang ibu dan adiknya. Selain berlibur, ia juga merayakan ulang tahunnya ya" />
Yuk Mencoba Liburan Rekomendasi Dari Febby Rastanty Di Sydney
Minggu, 05/05/2019 - 14:01 WIB
images-artikel/kecil/59625db612310396fe8256eac7f34376_XL.jpg
Sumber: Halo Selebriti
 
 
Jakarta -
Sobat Souja, Febby Rastanty baru saja menyelesaikan liburannya di Australia bersama sang ibu dan adiknya. Selain berlibur, ia juga merayakan ulang tahunnya yang ke-23 di Negeri Kangguru.


Pemain sinetron Putih Abu-Abu tersebut mengabadikan momennya di akun Instagram pribadinya. Ia juga memberikan rekomendasi tempat berlibur favoritnya di Australia dua hari lalu. Tempat tersebut merupakan Taman Nasional Blue Mountains yang berlokasi di Sydney.


"Pemandangannya bagus, udaranya pun enak," tulis Febby dalam unggahan tersebut. Tak hanya itu, suasana taman nasional yang bersih dan bebas sampah juga membuat mantan bintang cilik tersebut terkesan.


Bersama ibu dan adiknya, Febby melakukan bushwalking di Taman Nasional Blue Mountains. "Walking track-nya cari yang paling gampang dan ramah sama ibu-ibu," ujarnya. Karena itulah, sang bunda juga merasa tidak lelah karena pemandangan Blue Mountains tersebut menyuguhkan pemandangan yang menarik matanya walaupun track-nya naik turun.


Bagian dari taman nasional tersebut yang membuat Febby sangat terkesan adalah The Three Sisters. Sulung dari dua bersaudara ini bahkan berharap ia bisa berkemah semalam di tempat tersebut.


Legenda The Three Sisters


The Three Sisters merupakan pemandangan paling spektakuler di Blue Mountains. Pemandangan yang ikonik ini selalu dikunjungi oleh jutaan orang per tahunnya. Apalagi di malam hari, pemandangan tersebut semakin menawan dengan langit gelap mengelilinginya.


Ternyata, The Three Sisters memiliki cerita legendanya sendiri dari suku setempat, yaitu Aborigin. Tiga batu yang saling berdempetan tersebut merupakan tiga saudari yang diubah menjadi batu yang tidak biasa bentuknya dengan tinggi yang hampir sama, yakni sekitar 900 meter di atas permukaan laut.


Konon katanya, ketiga wanita tersebut yang berasal dari suku Katoomba jatuh cinta dengan tiga pemuda dari suku Nepean. Sayangnya, mereka tidak direstui oleh sukunya untuk menikah.


Akhirnya terjadilah perang di antara kedua suku tersebut. Ketiga gadis tersebut diubah menjadi batu oleh dukun agar mereka dilindungi dari bahaya.


Setelah perang berakhir, sang dukun malah meninggal padahal ia berniat mengembalikan wujud ketiga gadis itu menjadi manusia. Ketiga gadis tersebut tetap menjadi baru sebagai pengingat bahwa perang suku pernah terjadi di tempat itu.
 
 
Artikel Terkait:
-
-
-
-
-
 
Baca Juga:
-
-
-
-
-
 
           
Minggu, 02/06/2019 - 07:42 WIB
Minggu, 16/06/2019 - 10:22 WIB
Senin, 17/06/2019 - 09:46 WIB